Close

18/06/2017

Nirwana Kabel

Dulu, Seorang teman saya pernah mengatakan, kalau saya identik dengan 3 benda, yaitu kabel, senar, dan mie. Sebenarnya itu hanyalah metafora dari teman saya yang menggambarkan bahwa saya suka dengan hal-hal yang berbau teknis (kabel-kabel listrik atau kabel komputer), musik (senar gitar), dan makanan (kenapa harus mie, mungkin karena mie adalah makanan anak kos paling favorit).

Tetapi, ada satu yang “menarik” dari metafora yang disebutkan teman saya itu, antara kabel, senar, mie tedapat satu kesamaan. Semuanya berbentuk seperti seutas tali.

Kabel adalah media penghantar sesuatu, entah itu listrik, sinyal (berupa arus listrik juga), atau cahaya. Secara teknis, kabel adalah seutas tali yang berfungsi untuk menghantarkan sesuatu. Kabel ditemukan pada tahun 1400an, ketika manusia membutuhkan media untuk mentransmisi sinyal.

Dunia manusia, khususnya perkembangan teknologi, tidak lepas dari kabel. Teknologi jugalah yang berperan penting membentuk kebudayaan saat ini. Ketika Antonio Meucci menemukan telepon pada tahun 1849 dan mematenkannya pada tahun 1871, lalu Alexander Graham Bell mempopulerkannya pada tahun 1876, semuanya berubah. Manusia berubah, kehidupan berubah. Apa yang digunakan untuk membangun jaringan telepon? kabel.

Demikian juga ketika Faraday, Volta, J. Watt, dan sederet ilmuwan menemukan sesuatu yang akan merubah tatanan kehidupan manusia modern, apa yang digunakan? pastinya kabel.

Pada era dimana semua sekarang mengutamakan ke-praktis-an, era tanpa kabel (nirkabel), kabel buat saya masih menjadi sebuah simbol. Telepon yang anda gunakan sekarang? nirkabel. jaringan internet dan data yang anda gunakan untuk membuka tulisan ini? mungkin saja nirkabel (laptop, atau telepon genggam). Bahkan konon listrik pun akan bisa dihantarkan melalui media nirkabel. Cukup mencengangkan.

Tapi kabel masih menjadi “aktor” dibalik semua pioner dan perkembangan teknologi masa depan tersebut. Tengok jendela anda, kabel listik berseliweran di tiang listrik seberang jalan. Silahkan kunjungi kantor atau BTS penyedia layanan telepon nirkabel anda, pastinya anda akan menemukan kabel. Jaringan data dan internet yang anda gunakan sekarang? dibangun dari ber-ribu-ribu kilometer kabel optik bawah laut.

Silahkan bongkar komputer anda (do at your own risk! ha!) pastinya anda akan menemukan setidaknya beberapa utas kabel. Jangan bongkar telepon genggam ada, tidak ada kabel disana, 😀 Silahkan cabut kabel listrik dirumah anda, atau kabel-kabel pada kendaraan anda. Anda langsung menyadari, betapa pentingnya peran kabel pada perangkat-perangkat tersebut, pada kehidupan anda pada umumnya.

Kabel adalah simbol, perpaduan dunia analog dan digital. antara kekinian dan kekunoan. Kabel tetaplah dibutuhkan, ia bahkan menjadi sebuah tulang punggung untuk perkembangan jaman. Kabel adalah sesuatu yang “kuno”, tetapi dibutuhkan untuk sesuatu yang modern.

Demikian pula dengan hidup ini, mungkin sesuatu yang dianggap “kuno” masih dibutuhkan pada masa modern. Mungkin saja hal-hal yang dianggap usang, justru menjadi pendorong suatu hal yang dianggap modern. Atau mungkin banyak hal usang yang tidak bisa dilepaskan dari tatanan hidup manusia modern? silahkan cari sendiri jawabnya.

Saya pun akan mencari sendiri jawaban saya, jawaban atas pertanyaan yang berseliweran seperti kabel di otak saya. Jawaban yang mungkin terletak pada filosofi kabel itu sendiri. Bahwa dunia ini, masih menjadi Nirwana kabel, surganya kabel-kabel yang berseliweran.

 

zal

Bagikan informasi ini..Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on Google+