Close

20/12/2017

Tentang Blockchain, Blocktime, dan 2FA (Google Authenticator)

Ini adalah rangkuman diskusi di grup Telegram Kampung Koin tanggal 19 Desember 2017, yang membahas seputar Blockchain, Blocktime cryptocurrencies, serta 2 Factor Authentication Google Authenticator.

Kenapa kecepatan transfer tiap koin beda-beda?, kyak STR cepet, XRP lambat?

Pertanyaan bagus, dengan senang hati saya menjawabnya.

Pertama, alogaritma (algo) koin itu beda beda, kedua, konsesus tiap koin beda juga.. ada yang POW ada yang POS. Yang POW itu bisa dimining, yang POS miningnya lewat stakeholder (nahan saldo).

Nah ada juga yang namanya block time, alias seberapa cepet sebuah blok diciptakan. Kecepatan transaksi tiap koin biasanya ditentukan seberapa cepat block timenya. Bitcoin itu blocktimenya 10 menit, yang berarti blok baru timbul tiap 10 menit.

Nah pengaruhnya dimana? blok itu kayak kotak.. palet… atau analoginya truk angkut lah. 1 blok isi 1 megabit BTC. Misalkan analoginya 1 truk blok BTC bisa angkut 1000 paket, nah kalo ada 1000.000 paket yang kudu diangkut, itung sendiri dah tu berapa truk yang dibutuhkan, sedangkan tiap truk berangkat tiap 10 menit. Itu yang bikin BTC lelet.

Fee kirim juga pengaruh. Si truk pastinya mau angkut paket dengan ongkir yang mahal, didahulukan. Ongkir yang murah.. nanti aja lah yaw.. belakangan aja.

Kalo BTC ada istilah beranak (hardfork) itu gimana??

Jadi gini, hardfork itu terjadi kalau tidak ada kesepakatan antara stakeholder, atau diantara jaringan. Blockhain itu ibarat buku besar yang mencatat transaksi, tiap stakeholder atau node atau core, punya buku itu.

Nah kasusnya hardfork BTC itu, buku itu overload dan mau habis, masalah block yang cuma 1 mega itu. Muncul usulan untuk ganti buku.. gedein dong bukunya, tambah halamannya, tapi banyak pemegang buku yang ga setuju.

Jadi, yang vote untuk ganti buku, ya ganti buku… yang ga setuju ya tetep pake buku lama, makanya pemegang btc dapet koin hasil hardfork, karena memang bukunya sama sebelom ganti buku/tambah halaman.

Kasusnya sama tiap hardfork, mau BTU, BCH, BTG, BT BT apa lagi itu, tiap ada voting, kubu terpecah dua, jadilah ga sepakat.

Oiya pak, untuk transaksi STR kan cepet, Apakah bisa kedepannya diterapkan ke perbankan untuk transaksi, adopsi teknologinya?

Bisa aja, bahkan kemungkinan besar. Banyak bank di dunia itu udah sadar dengan kecanggihan blokchain, jadi pelan-pelan mereka adopsi teknologi blockchain.

Blockchain itu, seperti yang saya bilang, adalah sebuah buku besar transaksi yang disebar ke tiap node/core.. jadi hampir ga mungkin hilang, karena selalu ada backup. Dan ga mungkin dipalsukan/dihack.. karena tiap node pegang itu data.

Sedangkan perbankan masih menerapkan sistem data tersentralisasi. Kalo server utama mereka down, ya down semua (walupun pasti ada backupnya). Tapi blockchain jauh lebih superior masalah redundansi daripada server tersentralisasi.

Makanya banyak kasus hacker nyolong dana dari rekening bank.. nyolong berapa perak tiap rekening.. karena kalo udah masuk mainservernya.. habislah datanya. Sedangkan blockhain hampir ga bisa dihack atau dimodifikasi isinya, yang dihack adalah akun exchange, bukan data blockchain itu sendiri. Yang kehilangan koin kan yang akun exchangenya atau wallet kena hack.

Kalau pakai Google Autheticator (G-Auth) amankah pak?

99% aman, kecuali server exchangenya kena hack G-Auth-nya. Tapi itu pilihan terbaik, pakai G-Auth.

Kenapa disebut 2FA (2 Factor Authentication)? karena melibatkan 2 faktor, faktor pertama adalah hal yang lo tau, dan faktor kedua adalah hal yang lo punya.

Faktor pertama, hal yang lo tau apa? ya akun itu sendiri. Lo tau email, username, dan passwordnya kan. Faktor kedua, hal yang lo punya apa? ya hapenya itu sendiri, beserta aplikasi dan kode G-auth di dalamnya.

Tapi INGAT! selalu backup kode yang diberikan sebelom mengaktifkan G-Auth. Ini berguna ketika hape lo ilang, ganti, atau reset OS, kita tinggal masukan kode backup itu ke aplikasi G-Auth untuk kembali mengaktifkan G-auth