Cara Merawat Baterai Laptop

Cara Merawat Baterai Laptop

Laptop, seperti halnya telepon selular, keunggulan utamanya adalah portabilitasnya. Laptop dapat dibawa kemana-mana ketika kita membutuhkan. Tentunya hal itu tidak terlepas dari peran baterai sebagai penyuplai tenaga utama. Tidak semua tempat menyediakan colokan listrik. Ada kalanya peran baterai dan ketahanan baterai menjadi penting.Untuk itu, baterai laptop harus dirawat. Tentunya mempunyai laptop dengan baterai yang sudah tidak berfungsi akan sangat mengganggu. Ketika baterai laptop sudah rusak, maka kita harus selalu mencari colokan listrik. Fungsi “mobile” dan “portable” laptop jelas sudah hilang.

Saya akan sedikit memberikan tips n tricks untuk merawat baterai laptop. Tips n tricks ini juga berlaku untuk baterai telepon seluler, karena biasanya laptop dan telepon seluler mempunyai jenis baterai yang sama, yaitu Lithium-Ion (Li-Ion). Untuk jenis-jenis baterai, akan saya bahas pada artikel lain.

Pertama, saya akan meluruskan beberapa hal. Baterai Li-Ion pada laptop biasanya mempunyai umur yang panjang. Li-Ion juga bisa dicharge sebelum kosong, tidak seperti baterai tipe Nickel-Metal Hydride (Ni-MH) atau Nickel-Cadmium (Ni-Cad) yang harus dicharge ketika sudah kosong saja. Baterai Li-Ion tidak memiliki memory effect. Tetapi, Li-Ion mempunyai satu kelemahan, yaitu sel baterai akan mudah rusak pada suhu yang tinggi.

Kedua, penyebab utama baterai Li-Ion rusak adalah overcharging. Overcharging adalah mengisi baterai ketika baterai sudah penuh.

Tips pertama adalah jangan overcharging baterai laptop anda! Segera cabut charger ketika baterai laptop sudah penuh. Overcharging baterai Li-Ion akan membuat baterai cepat panas. Dan suhu panas inilah yang menjadi penyebab utama baterai cepat rusak. Jangan dibiasakan overnight charge atau mengisi baterai lalu ditinggal tidur.

Tips kedua masih berhubungan dengan overcharging. Jika memungkinkan, isi baterai sampai penuh. Baterai mempunyai life cycle atau charge cycle, yaitu masa fungsi baterai yang dihitung dengan berapa kali kita mengosongkan dan mengisi baterai. Walupun life cycle baterai biasanya sampai ribuan kali, tetapi jika kita mengisi baterai tidak sampai penuh, tetap akan dihitung 1x charge cycle. Maka, akan lebih efisien jika kita mengisi baterai sampai penuh, lalu dicabut. Juga sesekali (biasanya seminggu sekali) gunakan baterai sampai hampir habis, lalu isi baterai sampai penuh. Ini bertujuan untuk meng-kalibrasi kapasitas baterai.

Tips ketiga, jangan terlalu sering mengosongkan baterai sampai kosong. Gunakan baterai sampai kira-kira 10%, atau ketika ada pemberitahuan low-battery dari laptop atau telepon seluler. Mengosongkan baterai sampai benar-benar kosong akan membuat sel baterai Li-Ion cepat rusak. Untuk menyimpan baterai dalam jangka waktu lama, juga disarankan menyimpan baterai dalam keadaan terisi setidaknya 50% dari kapasitas baterai. Karena walaupun baterai disimpan atau tidak digunakan, baterai mempunyai discharge rate, dimana baterai akan kehilangan arus listrik dalam waktu yang lama walau tidak digunakan.

Tips terakhir, jika akan menggunakan laptop dalam jangka waktu yang lama dan terdapat sumber listrik, disarankan mencabut baterai laptop, dan langsung colok dari sumber listrik. Contoh ketika libur dirumah, atau ketika bekerja di kantor seharian menggunakan laptop. Pastikan sumber listrik stabil tidak naik turun, arus listrik yang tidak stabil akan merusak komponen internal laptop seperti motherboard, IC power, bahkan LCD. Juga ketika tidak menggunakan laptop dalam jangka waktu yang lama, disarankan mencabut baterai laptop.

Demikian tips n tricks ini, semoga bermanfaat.

Zal