Komputer Sering Restart/Crash

Penyebab CPU sering restart/shutdown tiba-tiba.

Pada suatu hari, ketika anda sedang asyik berselancar web, atau sekedar membuka media sosial, atau mengerjakan tugas harian Anda, tiba-tiba komputer/laptop anda restart! Anda bertanya-tanya, ada apa sebenarnya. Tidak lama kemudian Anda mencoba menyalakan kembali komputer/laptop anda dan beraktifitas seperti biasa. Tetapi 5 menit kemudian sang mesin kembali restart tanpa diminta.

Kasus diatas sudah banyak dikonsultasikan kepada Saya. Memang, banyak penyebab komputer/laptop sering restart atau shutdown tiba-tiba. Kali ini saya akan menjabarkan beberapa langkah untuk menganalisa penyebab tersebut:

1. Kipas pendingin prosesor, heatsink, kipas casing atau kipas powersupply kotor dan berdebu.
Ini biasanya penyebab umum kenapa komputer Anda suka restart tiba-tiba. ya! karena debu dan kotoran yang menumpuk pada kipas, heatsink dan media pendingin di CPU Anda. Anda mungkin bertanya, apa hubungan antara debu dan restart?

Normalnya, kipas dan heatsink pada CPU akan menjaga supaya suhu prosesor, motherboard, dan suhu CPU agar tetap stabil, dengan cara membuang panas (heat dissipation). Jika debu dan kotoran menumpuk pada komponen tersebut, maka pendinginan dan pembuangan panas tidak berjalan maksimal. Akibatnya, prosesor, motherboard, dan suhu komponen didalam CPU akan meningkat drastis. Ketika suhu meningkat, maka kerja prosesor dan komponen lain tidak akan maksimal, bahkan prosesor mempunyai fitur keamanan ketika suhu panas, maka otomatis akan shutdown untuk menghindari kerusakan.

Itulah yang menyebabkan komputer sering restart/shutdown. Tentu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengecek CPU dan membersihkan debu jika ternyata komponen pendingin CPU Anda sudah dihinggapi debu. Bersihkan dengan kuas, atau sikat gigi bekas secara perlahan. Jika ada, pakailah vacuum cleaner.

2. Kerusakan software/OS
OS yang tidak stabil, atau driver yang buruk, bisa menyebabkan komputer anda sering restart. Prosedur standar adalah dengan masuk ke Safe Mode jika Anda menggunakan OS Windows (pada boot, tekan f8, enter Safe Mode) dan coba lihat apakah gejala restart masih terlihat pada Safe Mode.

Metode lain adalah dengan cara clean install OS. Tentunya metode dilakukan terakhir ketika Anda tidak menemukan software/driver mana yang menyebabkan OS anda tidak stabil. Install ulang OS juga bisa dilakukan ketika memang yang rusak adalah OS-nya sendiri (corrupt system files, missing system files, dll)

Jika sudah install ulang OS tetapi masih restart/shutdown tiba-tiba, maka masuk ke langkah ketiga.

3. Kerusakan hardware (RAM, Motherboard, Prosesor, VGA)
Jika anda melongok ke dalam CPU dan tidak menemukan debu atau kotoran, dan Anda sudah menginstall ulang OS beserta program-programnya tetapi gejala restart itu masih ada, maka kerusakan hardware adalah tersangka selanjutnya. Kerusakan hardware disini bisa meliputi, eror pada RAM, tegangan motherboard yang sudah tidak stabil, kapasitor motherboard yang jebol, Prosesor error, atau bahkan VGA error.

Pertama-tama, cek fisik komponen-komponen yang ada didalam CPU, apakah ada kapasitor atau IC yang bocor, atau ada jalur di PCB yang hangus. Cek juga bau gosong, karena ketika sebuah komponen konslet dan menjadi tidak stabil, maka akan berbau gosong/hangus. Hati-hati dalam mengendus, karena komponen listrik yang hangus akan mengeluarkan racun.

Jika tidak ada kerusakan fisik, maka hal lain yang bisa Anda coba adalah mengecek menggunakan software atau tool checker. Untuk RAM, bisa menggunakan software RAM checker yang bisa dengan mudah didownload di Google. begitu juga dengan komponen lain, biasanya banyak tool yang berguna mendeteksi kerusakan secara fungsional.

Langkah terakhir yaitu dengan menggunakan metode replace analysis, yaitu mencoba mengganti komponen tersebut satu persatu hingga ditemukan komponen mana yang rusak. Metode ini memang sedikit makan waktu dan butuh banyak parts, tapi biasanya lenbih dari 50% masalah yang saya selesaikan, ditemukan dengan metode ini 😀

Carilah teman anda yang mempunyai parts yang sama (cth: RAM DDR3, atau VGA Pcie, atau mungkin prosesor/motherboard dengan socket yang sama), lalu satu persatu ganti parts tersebut sampai ditemukan komponen mana yang rusak.

Komponen yang paling sering terlewatkan adalah power supply. cek kipas powersupply, cek tegangan power supply, kalau diperlukan, ganti power suply sementara. Power supply adalah pemasok arus listrik ke semua komponen didalam CPU, jika power suply tidak maksimal atau memasok arus yang kurang, maka kinerja komponen lain menjadi tidak maksimal.