Seberapa Banyak Plugins WordPress yang Harus Terpasang?

Worpress adalah salah satu Content Management System (CMS) yang populer untuk membuat website. Salah satu keunggulan WordPress adalah fleksibel, bisa di-custom sesuai kebutuhan kita. WordPress juga mudah digunakan, baik oleh pemula yang belajar membuat website, atau pengguna tingkat mahir sekalipun. Banyak pemula yang belajar membuat dan mendesain website menggunakan WordPress.

Kemampuan WordPress dapat ditambah dengan menginstall Plugins. Plugins adalah script tambahan yang dapat menambah fungsi, atau tampilan situs. Plugins digunakan untuk membuat fungsi website sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Misalkan kita ingin membuat website online shop untuk menjual barang, kita tinggal memasang Plugins WooCommerce pada situs Wordpress.

Plugins WordPress

Masalahnya, terlalu banyak Plugins juga bisa menimbulkan masalah. Plugins yang terlalu banyak dapat memperlambat website. Bahkan, jika Plugins tersebut mempunyai kode yang jelek, dapat membuat website kita crash dan tidak bisa diakses.

Jadi, seberapa banyak harusnya kita menginstall Plugins? Gunakan Plugins sesuai kebutuhan website. Gunakan juga Plugins yang mempunyai fitur dan fungsi yang beragam, sehingga kita tidak perlu memasang banyak Plugins, cukup beberapa saja, tapi sudah bisa memenuhi kebutuhan website.

Saya pribadi mempunyai jumlah yang menjadi “limit” dan batasan saya saat membuat website. Biasanya saya memasang Plugins berjumlah 10 sampai 15 Plugins, maksimal 15. Dibawah 10 Plugins sangat disarankan.

Cara lain untuk memecahkan masalah ini adalah bagi Plugins dalam beberapa kategori dan fungsi, jadi kita bisa memasang Plugins yang benar-benar kita butuhkan. Contoh kategori plugins yang biasanya ada di website:

  • Plugins SEO
  • Plugins keamanan (security)
  • Plugins fitur
  • Plugins penunjang

Pasang Plugins mana yang diperlukan. Bahkan 4 kategori Plugins tersebut wajib ada dalam sebuah website. Mari kita jabarkan.

  • Plugins SEO

SEO atau Search Engine Optimization adalah cara mengoptimalkan website agar dapat dicari oleh situs pencari seperti Google, Yahoo, Bing, dsb. Tentunya ini sangat penting, kita ingin website kita dapat mudah dicari dan ditemukan dalam mesin pencari. Contoh kategori Plugins ini adalah Yoast atau All In One SEO pack

  • Plugins keamanan (security)

Tentunya website WordPress kita harus diamankan dari serangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hacker akun, spammer, serta serangan-serangan keamanan lain bisa membuat website tumbang dan berantakan. Pasang Plugins keamanan semisal All In One WP Security. Plugins tersebut punya banyak fitur untuk mengamankan website.

All In One WP Security
  • Plugins fitur

Kategori Plugins ini adalah Plugins utama dimana kita ingin meng-custom website dengan fungsi spesifik. Contoh WooCommerce Untuk membuat online shop, atau BuddyPress atau Asgaros untuk membuat Forum, dsb.

  • Plugins penunjang

Yang termasuk kategori Plugins penunjang ini adalah Plugins yang menunjang fitur dan fungsi website, seperti add-on Google recaptcha, atau plugins Easy WP SMTP, untuk mengirim email, atau Contact Form7 dan Ninja Forms untuk membuat form. Dan masih banyak lagi.

Dalam kategori ini biasanya administrator mudah “khilaf” dan gelap mata, dan menginstall begitu banyak pernak-pernik Plugins dalam website. Selalu ingat, install Plugins yang kita butuhkan, buang yang tidak kita butuhkan.

Jadi kesimpulannya, berapa banyak Plugins WordPress yang harus dipasang? itu tergantung kebutuhan masing-masing. Tapi selalu ingat batasan, gunakan dan pasang Plugins sesuai dengan kebutuhan.

10 sampai 15 Plugins masih masuk akal untuk sebuah situs web yang kompleks dan multi-konten (ada konten tulisan, online shop, forum, dll.) Tapi jika website hanya berisi konten tulisan, atau spesifik misalkan hanya online shop atau konten galeri portofolio, maka idealnya jumlah Plugins yang terpasang dibawah 10 Plugins.

Sekian dulu, terima kasih telah berkunjung.

Zal.

Zal_PC

Platform layanan konsultasi, pembelian, servis dan maintenance komputer.

zalpcinfo@gmail.com