Close

29/06/2018

Tips Backup Data

Kali ini saya akan membahas sedikit tips dan trick mem-backup atau mencadangkan data Anda.

Banyak orang masih menyepelekan dan melupakan urusan backup atau mencadangkan data. Padahal backup data sangatlah penting. Jika sudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti sistem crash, Harddisk failure, infeksi virus/malware, atau hal lain yang dapat menyebabkan PC atau laptop anda kehilangan data, maka banyak orang panik dan menyesal tidak sempat mencadangkan data mereka.

Memang saya paham, urusan mencadangkan data itu urusan rutinitas, dan kebanyakan orang tidak cukup rutin untuk melakukan itu, semisal menyalin data ke penyimpanan lain, atau menyortir data mana yang perlu dicadangkan dan mana yang tidak. Tapi itu bukan alasan untuk tidak mencadangkan data Anda.

Sebelum saya menjabarkan beberapa tips mencadangkan data di PC atau laptop Anda, saya akan menjabarkan beberapa “prinsip” dan cara pandang terhadap data dan keperluan pencadangan data itu sendiri. Mudah-mudahan setelah membaca ini, pola pikir dan cara pandang anda terhadap data Anda akan berubah, dan Anda mulai menyayangi data anda.

 

Redundansi

Redundansi dalam dunia teknologi, komputer pada khususnya, berarti membuat sebuah sistem berlapis untuk cadangan. Jikalau sistem utama gagal, maka ada sistem kedua, dan keseluruhan sistem masih bisa berjalan. Redundansi inilah yang kita terapkan pada data pribadi kita. Kita harus mulai berpikir bahwa setiap data pribadi kita, setiap file penting, file pekerjaan, tugas, sekolah, atau data-data penting lain harus mempunyai redundasi atau salinan di tempat lain.

Inilah pola pikir Anda dalam mencadangkan data sebenarnya. Bagaimana caranya agar setiap file data Anda mempunyai salinan. Jangan biarkan ada data-data penting yang tidak mempunyai salinan. Dengan begitu, ketika sesuatu terjadi pada data Anda, Anda dapat tidur dengan nyenyak karena mempunyai salinan data tersebut. Tapi, redundansi ini berkaitan erat dengan hal berikutnya:

 

Sinkronisasi

Okelah, Anda telah mengerjakan sebuah file Excel laporan penjualan kantor. Lalu anda menerapkan prinsip redundansi, Anda menyalin data anda ke PC lain, flashdisk, atau harddisk external. Lalu seminggu kedepan Anda kembali mengubah dan mengerjakan file Excel tersebut. Pada suatu hari, terjadi crash pada laptop Anda, entah kenapa data corrupt dan tidak bisa dibuka. lalu Anda ingat telah membuat salinan data di PC lain, tetapi malangnya Anda menyalin file tersebut seminggu lalu, yang berarti pekerjaan Anda seminggu ini tidak ada dalam file cadangan tersebut.

Inilah pentingnya update atau sinkronisasi data secara berkala. Bagaimana kita bisa menjalankan redundasi, sekaligus memutakhirkan isi cadangan data kita. Sehingga, kita dapat mengambil kembali isi data yang terakhir ketika diperlukan.

Biasanya bagian inilah yang malas dijalankan oleh kebanyakan orang. Tentu, mereka sudah menyalin data mereka, tapi itu mungkin seminggu lalu, sebulan lalu, bahkan bertahun-tahun lalu. Bagaimana cara untuk menjalankan redundansi sekaligus bisa update secara berkala. Saya punya tipsnya, tetapi setelah penjabaran terakhir dibawah ini.

 

Sayangi isinya, bukan bendanya

Yang saya maksud disini adalah, sayangi isi dari perangkat Anda, yaitu data dan file pribadi Anda, jangan terlalu terpatok menyayangi bendanya/hardwarenya. Saya sering menemukan orang yang mempunyai pola pikir bagaimana cara supaya PC/Laptop mereka awet, bagaimana cara supaya harddisk dan perangkat lain bertahan selamanya, bagaimana cara supaya flashdisk mereka awet tahan lama.

Pola pikir itu memang tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar. Barang elektronik seperti komputer dan perangkat lain mempunyai masa pakai. Harddisk tidak akan bertahan selamanya, apalagi flashdisk. PC dan Laptop Anda suatu saat akan rusak, bahkan suatu saat bisa saja rusak.

Poin saya disini, ubah pola pikir anda, jangan terpatok pada keawetan perangkat itu sendiri, tapi bagaimana caranya supaya data dan file Anda yang awet dan bertahan lama. Tentu siapa sih yang tidak mau punya perangkat atau komputer yang awet? Tapi faktanya membuktikan bahwa perangkat komputer yang mahal sekalipun punya masa pakai, bahkan bisa tiba-tiba rusak karena faktor eksternal (konsleting listrik, tersiram air, jatuh, dll)

Jadi, mulai berpikir bahwa perangkat atau komputer apapun yang Anda pakai sekarang atau di masa depan, data dan file Anda-lah yang harus dijaga keawetannya.

 

Setelah penjabaran panjang lebar diatas, lalu bagaimana cara backup data yang ideal bisa mencakup semua hal diatas tersebut?

Saya pribadi mem-backup data saya di Google Drive. Anda juga bisa menggunakan file hosting gratisan atau berbayar lain semisal Dropbox atau Microsoft OneDrive. Pilihan saya jatuh kepada Google Drive karena Google Drive menyediakan free 15 GB hanya dengan akun Gmail.

Tentu jaman sekarang setiap orang yang menggunakan smartphone Android mempunyai akun Gmail. Pengguna Gmail otomatis mendapatkan akses ke Google Drive dan mendapatkan kapasitas penyimpanan sebesar 15 GB. Dengan menginstal aplikasi Google Drive Backup And Sync di PC/Laptop Anda, Anda akan dapat menyimpan file dan data sekaligus men-sinkronkan data tersebut secara langsung.

unduh Google Drive gratis, pilih yang personal

 

Aplikasi Google Drive atau file hosting lain yang terus-menerus sinkronisasi bisa menjamin data anda akan selalu update dan sinkron. Bahkan saya menjadikan Folder Google Drive pada PC saya sebagai folder utama untuk menyimpan hasil pekerjaan dan data pribadi saya. Sehingga file apapun yang saya sudah kerjakan akan otomatis sinkron ke Google Drive asalkan ada koneksi internet.

Setelah aplikasi Backup And Sync Google Drive terinstall, maka akan muncul folder Google Drive pada My Computer

 

Sebelum memulai, sortir data dan file Anda. Pilih data yang benar-benar penting sehingga ukuran keseluruhan data tidak lebih dari 15 GB

Biasanya file musik dan video/film tidak termasuk dalam backup saya. Karena file musik dan film dengan mudah dapat diunduh lagi di internet. Tapi laporan kantor atau tugas kuliah Anda tentu tidak ada di internet. Paham maksud saya? file dan data yang masih bisa diunduh lagi di internet jangan dimasukkan ke list backup. File-file penting seperti file Word/Excel/Powerpoint, foto, file photoshop/ilustrator dan catatan lain yang tidak bisa dibuat ulang adalah prioritas Anda.

Instal Aplikasi Backup And Sync Google Drive, lalu login menggunakan akun Gmail Anda. Lalu pindahkan file-file yang telah disortir ke dalam folder Google Drive pada My Computer. Backup And Sync otomatis mengunggah file-file Anda ke dalam Akun Google Drive selama ada koneksi internet. Jika file-file tersebut mengalami perubahan semisal ditambahkan, disunting, atau dihapus, aplikasi otomatis akan mensinkronkan ke akun Google Drive.

Sinkronisasi file-file otomatis selama ada koneksi internet

 

Saat ini tentu pilihan mencadangkan file ke cloud computing atau cloud hosting seperti Google Drive, OneDrive, atau Dropbox tentu sudah menjadi pilihan utama. Walupun ada baiknya juga Anda mencadangkan data ke penyimpanan offline seperti harddisk external atau flashdisk.

Demikian tips ini saya buat, semoga bermanfaat!

ZalPC